Home | Produk | Bonus | Reseller | FAQ | News | Testimonial | Kontak Kami | Order | Member Area

Program ini diperkenalkan oleh : mochamad Syahrial - Sidoarjo


 

Mau Coba Buka Usaha Waralaba Dengan Modal Kecil ? Silahkan dicoba, Ini Paket Untuk Anda!

 

Sebuah Rahasia Konsep Bisnis Waralaba & UMKM, Program Mitra Waralaba, Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil

Netter yang terhormat .....

 

Saya ucapkan selamat mengunjungi website mitra waralaba,

Sebelum kita membahas mengenai program konsep bisnis Waralaba & UMKM, saya teringat tulisan mengenai "Kebiasaan Berindak".

"Setiap pekerjaan besar, entah itu menjalankan perusahaan, penjualan,sains, bisnis, ataupun pemerintahan adalak MEMERLUKAN ORANG YANG BERPIKIR UNTUK BERTINDAK.

dALAM PENCARIAN TOKOH KUNCI KEBERHASILAN, dituntut jawaban  untuk pertanyaan "Apakah ia akan melaksanakan pekerjaan tersebut? ,Apakah ia akan menuntaskannya ?, apakah ia orang yang berinisiatif ?, Dapatkah ia memberikan hasil, atau apakah ia hanya pandai bicara?.

Semua pertanyaan tersebut mempunyai satu tujuan : Mencari  tahu apakah orang dimaksud adalah orang yang suka bertindak?

Gagasan yang bagus  saja tidak cukup. Gagasan sederhana yang dilaksanakan, dan dikembangkan, adalah 100% lebih baik daripada gagasan hebat yang mati karena tidak ditindaklanjuti.. Pedagang besar, John Manamaker, sering berkata " Tidak ada yang datang hanya dengan memikirkannya".

Ingatlah . Semua yang kita miliki di dunia ini, dari satelit hingga pencakar langit hingga makanan bayi, hanayalah suatu GAGASAN YANG DILAKSANAKAN. (David J. Schwartz, The Magic Of Thinking Big; Best Seller Book)     

 

      John C.Maxwell mengungkapkan "People don't care how much you know until know how much you care." Pelajaran penting yang dapat kita ambil dari makna kalimat ini adalah bahwa kemampuan, pengetahuan, dan apa pun yang kita miliki pada akhirnya tidak seberapa penting dibandingkan nilai-nilai yang kita pancarkan untuk orang lain.

      Nilai nilai itu adalah energi positif yang kita lepaskan kepada orang lain. Artinya banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan positif untuk orang lain. Memandang hidup ini dari kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal positif bagi orang lain dan kehidupan.

      Banyak pintu-pintu kebaikan yang dapat dilakukan dan menjadi sumber energi positif keberhasilan, seperti :

1. Kalau memiliki ilmu, gunakanlah untuk mencerdaskan orang lain.

2. Kalau memiliki harta, gunakan untuk kebaikan banyak orang

3. Kalau memiliki kekuasaan, gunakanlah untuk menyejahterakan banyak orang lain.

4. Kalau memiliki tenaga, gunakan untuk membantu banyak orang.

5. Kalau menjadi penegak hukum, berikanlah perlindunan dan keadilan kepada banyak orang.

6. Kalau menjadi prngusaha, jalankan usaha untuk memberikan manfaat dan kebaikan banyak orang.

 

Intinya mulailah dengan hal-hal sederhana dan mudah dilakukan sesuai kemampuan diri kita. Mulailah dari lingkunan terdekat dan mulailah sekarang juga. (Eko Jalu Santoso, Ir. ; Heart Revolution)

 

Siapa sangka bahwa format waralaba sudah dimulai sejak tahun 200 SM. Pada masa itu sebuah rantai toko makanan di Tiongkok menerapkan konsep distribusi dengan sistem waralaba lisensi produk/merek. Pada tahun 1863 perusahaan mesin jahit Singer di Amerika mulai merintis jaringan waralaba guna mendistribusikan mesin jahit yang diprodukasinya. Selanjutnya Coca Cola menjual waralaba pembotolan pertamanya tahun 1899. Kemudian diikuti oleh dealer mobil dan minyak pada tahun 1910. Namun pertumbuhan waralaba yang sebenarnya baru terjadi pada akhir era 1950-an, yaitu sistem waralaba yang dikenal dengan waralaba format bisnis.

Sampai tahun 1998, cara pendistribusian dengan waralaba diperkirakan mencapai lebih dari 50% dari total penjualan eceran di Amerika Serikat, dan pertumbuhan waralaba sama berhasilnya di negara-negara maju lainnya seperti: Kanada, Inggris, Jerman, dan Jepang. Negara-negara berkembang seperti Meksiko, Indonesia, dan Malaysia juga mendapatkan bahwa waralaba adalah cara yang efektif untuk menciptakan bisnis baru dan meningkatkan kesempatan lapangan kerja.

Di Indonesia sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya. Contoh format ini misalnya Coca Cola. Perkembangan sistem waralaba yang sebenarnya atau disebut waralaba format bisnis dimulai pada tahun 1980-an. Dalam waralaba format bisnis, franchisee tidak sekedar memproduksi dan menyalurkan produk/jasa, namun juga memperoleh hak penuh untuk mengkloning merek, logo, atribut, desain, tata letak, sistem prosedur operasional dan pemasaran dari franchisor. Contoh format ini misalnya Kentucky Fried Chicken.

Waralaba telah dipilih sebagai cara menjalankan usaha oleh lebih dari 2500 perusahaan di Amerika Serikat, karena terbukti memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi dibandingkan format bisnis biasa. Sebagai perbandingan, format bisnis biasa memiliki peluang sukses 35-45 %, sedangkan peluang sukses perusahaan waralaba mencapai 85 - 90 %. Sementara orang berpikir bahwa waralaba hanya terbatas pada industri makanan siap hidang, kenyataan menunjukkan bahwa semua jenis bisnis yang mungkin ada, dapat diwaralabakan. Misalnya hotel, properti, rumah sakit, kursus, binatu, studio foto, minimart, spa, salon, bengkel, apotik, perawatan rambut, bengkel, kantor pos dan wartel/warnet dapat dikembangkan dengan format waralaba.

Perkembangan waralaba di Indonesia masih jauh dibandingkan Amerika Serikat. Dalam hal komposisi antara perusahaan waralaba lokal dengan waralaba asing pun, Indonesia tertinggal jauh. Sebagai gambaran pada tahun 1991 jumlah waralaba lokal mendominasi sampai 78 %, yaitu 21 perusahaan dari total 27 perusahaan. Namun dalam waktu hampir sepuluh tahun jumlah waralaba asing berhasil melampaui waralaba lokal. Sampai tahun 2000 waralaba asing mendominasi sampai 88 %, yaitu 240 perusahaan dari total 270 perusahaan (Manajemen, Desember 2000).

Yang menarik adalah kesuksesan waralaba untuk tetap tumbuh selama krisis moneter di Indonesia. Pada periode 1996 - 1999, usaha waralaba di Indonesia mampu tumbuh sebesar 12,5 %, di tengah pertumbuhan ekonomi nasional dibawah 3 % (Peluang, Juni 2000). Sebagian besar pertumbuhan ini diakibatkan oleh pertumbuhan waralaba lokal.

Pelajaran yang dapat diambil selama krisis moneter adalah, waralaba lokal ternyata mampu mengungguli pertumbuhan waralaba asing. Selisih kurs yang demikian besar antara rupiah dengan dollar, mengakibatkan waralaba lokal memiliki keunggulan kompetitif yang lebih baik untuk dikembangkan saat ini. Sebagai gambaran untuk membuka sebuah minimarket Indomaret dibutuhkan investasi 300-750 juta rupiah, bandingkan jika membeli hak waralaba Disc Go Round dari Amerika, investasi yang dibutuhkan sekitar 1.1 - 1.3 milyar rupiah. Bayangkan jika kita membeli hak waralaba dari merek yang lebih terkenal misalnya McDonald’s yang biaya investasinya bisa mencapai 423.000 - 651.00 USD (Franchise Opportunities Guide, IFA, 1996).

Dari uraian dan fakta diatas jelas terbukti bahwa jika dikelola dengan baik, dan manajemen memahami dengan tepat bagaimana konsep waralaba bekerja; Waralaba lokal ternyata mampu tumbuh dan berkembang seperti halnya waralaba asing. Jika demikian, mengapa belum juga mulai berwaralaba? Mumpung masih banyak pasar yang tak bertuan di bumi pertiwi tercinta ini.

Mulai dari yang Kecil

Pierre Omidyar dari e-bay, William Colgate dari Colgate, David Gold dari 99 Cents Only Store, dan Dewitt dan Lila Wallce dari Reader’s Digest. Apa persamaan tokoh-tokoh ini? Mereka kaya, sukses, dan mereka tidak bekerja untuk orang lain, tetapi memiliki usaha sendiri. Mereka tidak memulai dari usaha besar, tetapi dari usaha kecil yang kemudian menjadi besar. Ingin tahu rahasia sukses mereka?

MEMULAI USAHA SENDIRI

Memang banyak cara untuk meraih sukses. Salah satunya adalah dengan membangun usaha sendiri.

Mengapa? Menurut Jennifer Basye Sander dan Peter Sander dalam buku mereka Niche and Grow Rich, kekayaan sangat jarang diperoleh dengan bekerja untuk orang lain. Pernyataan ini juga didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jual-beli rumah mewah, Merrill Lynch. Untuk mengidentifikasi calon pembeli potensial, Merrill Lynch memutuskan untuk mempelajari profil dari pembeli-pembeli mereka yang termasuk dalam pembeli kelas utama (mereka yang memiliki aset di atas $ 5.000 juta). Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa 70% dari pelanggan kelas wahid tersebut adalah mereka yang memiliki usaha sendiri (bukan mewarisi kekayaan dari orang tua mereka). Mereka tidak bekerja bagi orang lain, tetapi bekerja untuk diri sendiri. Mereka bekerja keras, menabung, dan hidup hemat sampai akhirnya mereka berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar. Orang yang bekerja untuk dirinya sendiri tidak hanya dapat mengumpulkan banyak kekayaan, tetapi yang lebih penting, mereka juga senang melakukan pekerjaan yang mereka pilih sendiri.
Dari Mana? Lisa Hammond, pendiri katalog barang yang dihasilkan oleh pengusaha wanita, dalam bukunya Dream Big mengatakan bahwa jika ingin mencari ”panggilan bisnis” yang cocok, amati sekeliling Anda dan catatlah semua hal yang menarik perhatian Anda. Lisa Hammond sudah melakukan strategi ini. Lisa sudah memiliki mimpi untuk terjun dalam bisnis yang bisa membantu para pebisnis wanita. Tetapi ia belum tahu bisnis apa yang harus ditekuninya. Untuk itu, ia membuka-buka majalah, surat kabar, pergi keliling kota, mengunjungi tempat-tempat yang dianggapnya menarik, dan berbicara pada orang-orang yang dianggapnya bisa memberikan ide bisnis. Setiap kali ia menemukan ide yang menarik, ia mencatatnya dalam Buku Ide Bisnisnya. Catatannya bisa berupa foto, satu kata, satu kalimat, satu guntingan gambar, artikel ataupun iklan. Semua ia kumpulkan sedikit demi sedikit. Beberapa buku sudah ia habiskan untuk mengumpulkan ide bisnisnya, sampai akhirnya ia menemukan ide bisnis yang paling pas untuknya, yaitu membuat Femail, katalog barang yang dihasilkan pengusaha wanita.
Cari Niche Market. Niche market adalah pasar khusus dengan kebutuhan khusus. Pasar ini memang pada awalnya tidak terlalu besar, tetapi memiliki pelanggan yang loyal jika kebutuhan mereka bisa terpenuhi. Misalnya: begitu banyak majalah untuk wanita dan keluarga, kemudian salah satu penerbit majalah mendapat ide untuk meluncurkan majalah untuk para orang tua yang memiliki balita. Biasanya para orang tua (terutama yang baru memiliki anak pertama) belum paham mengenai cara mengurus anak dan mereka sangat butuh informasi mengenai segala sesuatu yang menyangkut perawatan anak balita mereka. Lalu mengapa memulai dari niche market? Jika Anda baru memulai usaha, dan Anda ingin memulai usaha dari skala kecil, niche market merupakan titik awal yang paling aman (Jennifer Basye Sander dan Peter Sander, Niche and Grow Rich). Para pengusaha besar biasanya tidak bermain di pasar niche market, jadi persaingan juga relatif lebih mudah ditangani, dan target pasar di niche market umumnya akan menjadi loyal jika mereka memang dilayani dengan baik dan kebutuhan mereka dapat dipenuhi dengan tepat.
 

LANGKAH-LANGKAH
Setelah menetapkan ide bisnis yang rinci yang akan Anda jalankan, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk memulai ide bisnis tersebut.
Lakukan Penelitian. Jika Anda memiliki modal terbatas, dan masih belum siap secara keuangan untuk benar-benar lepas dari pekerjaan tetap Anda, Anda bisa memulai dari skala kecil, misalnya dengan melayani keluarga, tetangga atau kenalan, ataupun mulai dari usaha rumah tangga. Upaya ini dilakukan untuk melakukan tes pasar: bagaimana reaksi orang terhadap produk yang Anda tawarkan, apakah produk tersebut sudah baik, atau masih memerlukan perbaikan di beberapa bagian. Semua kegiatan ini merupakan penelitian yang Anda lakukan, dan hasilnya bisa Anda jadikan pelajaran berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit sehingga Anda dan produk Anda benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
Misalnya jika Anda ingin berbisnis di bidang kue kering. Anda bisa menawarkan kue kering tersebut pada hari-hari raya kepada teman atau keluarga. Ketika mereka membeli jangan lupa menanyakan pendapat mereka mengenai produk tersebut (rasanya, tampilannya, harganya, bungkusnya). Pendapat ini dapat dijadikan masukan bagi perbaikan kualitas kue Anda berikutnya.
Susun Rencana Tindakan. Setelah hasil penelitian yang Anda lakukan Anda pelajari dengan saksama, langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti hasil penelitian tersebut dengan menyusun rencana yang lebih rinci untuk perbaikan dan peluncuran produk ke pasar yang lebih besar. Perencanaan ini bisa mencakup antara lain: penetapan nama produk, packaging dari produk, perbaikan proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama (baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk), dan strategi pemasaran yang akan dijalankan (misalnya: dengan brosur, catalog, melalui website, e-mailing list, atau iklan di media komunitas RT/RW, organisasi sosial tempat Anda beraktivitas).
Implementasi Rencana. Rencana yang telah disusun perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Jika memang modal terbatas, rencana bisa direalisasikan secara bertahap dalam jangka waktu yang lebih panjang (namun, deadline tetap perlu untuk ditetapkan, agar Anda tetap terpacu untuk menyelesaikannya). Implementasi rencana perlu disertai dengan ketekunan dan kejelian untuk melakukan adaptasi terhadap situasi yang dihadapi. Mungkin saja Anda perlu melakukan penyesuaian terhadap rencana karena kondisi saat ini tidak seperti yang telah diperkirakan sebelumnya (ada kenaikan harga yang drastis, ada perubahan tren, resesi ekonomi, ataupun bencana alam dan bencana sosial).
Menjadi perusahaan global yang sesungguhnya yang dihargai dan dihormati oleh seluruh orang di seluruh dunia juga merupakan visi global Toyota untuk 2010. Maka untuk memenangkan rasa percaya

CONTOH USAHA KECIL YANG SUKSES
Memang diperlukan perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata. Sudah banyak yang telah meraih sukses dengan memulai dari yang kecil. Berikut adalah beberapa orang yang telah memulai dari kecil dan akhirnya meraih sukses besar.
Disney. Tahukah Anda bahwa Walt Disney memulai usahanya dari sebuah gudang milik pamannya yang diubah menjadi sebuah studio? Pada saat itu, film-film yang dibuat adalah film-film layar lebar, Disney dan kakaknya melihat peluang besar di sebuah niche market (pembuat film kartun). Namun karena keterbatasan modal, mereka meminjam gudang milik paman mereka untuk memulai produksi film mereka yang pertama. Usaha di gudang ini kemudian berkembang menjadi kerajaan bisnis di dunia hiburan dengan penghasilan yang terus meningkat melalui film-film blockbusters yang dihasilkannya. Sekarang, selain usaha film kartun, Disney juga berhasil membangun ”Dunia Fantasi”, yaitu sebuah taman hiburan yang besar dan modern yang dikunjungi jutaan orang per tahunnya.
Reader’s Digest. Majalah yang sudah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan sudah melekat di hati jutaan pembaca di seluruh dunia selama beberapa dekade ini dibidani oleh Dewitt and Lila Wallace. Pasangan suami isteri Wallace ingin membagikan semangat juang dan kiat sukses kepada para pembacanya setelah terpukul oleh kepedihan dan kehancuran yang disebabkan oleh perang dunia. Dengan dana yang terbatas, mereka memulai pembuatan majalah ini dari skala kecil. Majalah ini pun dibuat dengan ukuran yang ekonomis (ukuran kecil, jauh lebih kecil dari majalah lain pada umumnya). Namun, dengan isi yang dirasakan bermanfaat oleh para pembaca, majalah ini akhirnya berkembang menjadi majalah internasional yang beredar di berbagai negara, dengan oplah yang mencapai jutaan eksemplar.
Sebuah mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Mimpi boleh saja besar, tetapi Anda bisa memulainya sekarang dari skala kecil. Dari tindakan kecil ini, Anda bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki tindakan yang berikutnya, sehingga akhirnya seluruh mimpi bisa terwujud. Jadi, sudahkah Anda mempunyai mimpi sukses? Tidak usah menunggu sampai Anda memiliki segalanya untuk mulai. Mulai sekarang, dan mulai dari skala kecil kalau memang Anda masih memiliki beberapa keterbatasan. Sukses untuk Anda (Sinar Harapan)

 

CONTOH OUTLET USAHA KECIL SISTEM WARALABA DI INDONESIA

 

Sebuah peluang Innovasi Usaha Mandiri bagi anda yang ingin memulai usaha dengan biaya relatif rendah dengan potensi pasar yang besar. Bersama kita maju membangun Indonesia yang lebih baik

Agar anda bisa mengerti dan sukses menjalankan bisnis usaha mandiri, tentu anda butuh panduan, metode yang tepat, yang akan menghasilkan uang dan akan membuka peluang usaha dan peluang kerja bagi bangsa kita. Bukan hanya sekedar teori, tapi adalah bukti nyata, hasil dari pengalaman menjalankan bisnis ini…

Dan itulah yang akan anda dapatkan dengan cara saya......

eBOOK Konsep Bisnis Waralaba & UMKM, Program Mitra Waralaba, Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil
yang bisa langsung anda terapkan untuk memulai bisnis.

Khusus untuk member:
Komisi bagi hasil 52,6% di Program Reseller MitraWaralaba.com

Sebagai member MitraWaralaba.com, anda juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program reseller kami. Gratis! Dengan menggunakan kode URL khusus yang kami sediakan, rekomendasikan mitrawaralaba.com ke orang lain. Jika mereka tertarik untuk membeli, maka anda berhak memiliki 52,6% komisi dari penjualan. Program ini bisa memberikan penghasilan instan untuk anda! Detail klik di sini.
Sebagai pengingat, apa saja yang akan anda dapatkan dengan sedikit investasi?
1. Konsep Bisnis Waralaba & UMKM,  Program Mitra Waralaba, Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil
yang bisa langsung anda terapkan untuk memulai bisnis.

2. Gratis UPDATE Konsep Bisnis Waralaba & UMKM, Program Mitra Waralaba, Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil.

3. Hak Jual Ulang Seluruh Produk Bonus!

4. 13 Super Bonus, bernilai total US$491 + $100 Tambahan:

    • Hak Jual Ulang Seluruh Produk Bonus!
    • Reprint Rights Magic (Value: $19.97)
    • How to Create Killer Mini Sites That Sell Like Crazy" [Customizable "Gold" Package] (Value: $75.95)
    • 99 Websites You Should Have Bookmarked... But Probably Don't (Value: $14.97)
    • Instant Webmaster Video Set (Value: $39.99)
    • Instant Web Site Tools (Value: $34.97)
    • The Pure Profit Software package (Value: $37)
    • Traffic Jam Formula (Value: $49.95)
    • The Embarrassingly Simple Way I Grabbed the # 1 Position in Google, Yahoo, and AOL...FREE! (Value: $9.97)
    • Pop-Ups Generator (Value: $34.95)
    • The Perpetual Traffic Generator (Value: $47)
    • Magic Subscriber (Value: $127)

 

 

Segera Miliki Paket Produk Kami .....

 

Berapakah Harga Paket Konsep Bisnis Waralaba & UMKM Ini Saya Jual . ?

 

Paket Mesin Uang ini Saya Jual :

 

Dengan harga hanya Rp. 500.000,-

(Produk Manual eBook-nya Beserta Bonus-Bonus Penunjang)

 

 

Tapi..... Tunggu Dulu....

 

Jika Anda pesan sebelum hari : 

Jum'at, 05 Desember 2008 Pukul 24.00 WIB

 

 Anda hanya perlu membayar Rp.190.000 saja..

Bukan Rp.500.000

tetapi hanya Rp.190.000

Anda akan menghemat uang Anda jika membayar pada hari ini....

 

 

Order klik disini !!!


 

 

Go to fullsize image

Image:Logo-e-gold-com.gif

 
No SPAM

 
 

Dengan membeli produk Paket Konsep Bisnis Waralaba & UMKM  selain anda dapat memulai bisnis,maka anda juga berkesempatan juga untuk memperoleh keuntungan secara terus menerus sebesar 52,6% dari setiap transaksi yang terjadi melalui website anda klik disini.

 

 

 

 

Salam Sukses

 

 

 

Zaenal Arifin

Pemilik dan Pengelola mitrawaralaba.Com

Jl. Patrakomala No. 22 Bandung

Bandung - Jawa Barat

Phone : 08882067309 / 022-92639220

 
 

 


Copyright (c) 2007 http://www.mitrawaralaba.com

Powered by mitrawaralaba.com